Silsilah/Dinasti
Berdasarkan manuskrip tua yang terus diturunkan disetiap generasi hingga sampai kepada saya hari ini memang menyebutkan bila saya (Armansyah) masih merupakan keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW.
Adapun garis keturunan saya bersumber pada Sayyidina Zainal Bakri yang bergelar Ja’far Siddiq Khairul Islam putera dari Imam Zainal Abidin (satu-satunya putra dari Imam Husien bin Ali bin Abi Thalib dari pernikahannya dengan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah yang selamat dari pembantaian di Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah). Silsilah kebawahnya melalui jalur Sayyidina Amdad Pagaruyung yang melahirkan Abdul Rohman dan secara berturut-turut selanjutnya menurunkan Datuk Sripaduka Berhala alias Sayyidina Musthofa (dimakamkan dipulau Berhala, Riau), Paduka Dai Ingsun, Rangkaya Gemuk (di Jabbi), Pangeran Ratu Pendawa, Pangeran Panembahan Panji Rama, Pangeran Kyai Thoto, Pangeran Purbo Keramat (dimakamkan di Candi Walang 24 Ilir Palembang), Masagus Teluk, Masagus Muhammad Amin, Masagus Habib, Masagus Haji Agus, Masagus Abdul Hamid (kakek saya) dan Masagus Umar (orang tua saya). Karena itu maka kiranya tidak berlebihan bila saya merasa berhak untuk menyebut diri sebagai bagian dari Ahli Bait Nabi.
Seperti yang ditulis dalam Ensiklopedi Wikipedia, Negara Republik Indonesia ini merupakan negeri Muslim terbanyak yang terdapat keturunan Nabi Muhammad SAW yaitu diperkirakan mencapai angka 2 juta, sedangkan yang masih hidup lebih kurang 1,2 juta. Untuk keseluruhan dunia, lebih kurang tercatat 20 juta generasi suci ini menyebar . Mereka biasa dikenal dengan sebutan Habib (Haba’ib) maupun Sarifah untuk kalangan wanitanya.
Selain gelar Habib, Dinasti Nabi Muhammad ini dikenal juga dengan sebutan Sayyid (untuk lelaki) serta Sayyida atau Alawiyah bagi kaum perempuannya . Benarlah sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Thabarani dalam kitabnya Mu’jam Kabir 3/129/1 dan Harowi dalam Dzammul Kalam 2/108, “Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat kecuali sebabku dan nasabku.” (Syaikh Al-Albani berkata dalam Ash-Shahihah 5/64 : Kesimpulannya, hadits ini dengan keseluruhan jalan-jalannya adalah shahih).
